Selamat Datang di Website Kami

Di masa kini kesuksesan bisnis tidak hanya diukur dari profit atau laba yang berhasil dibukukan atau seberapa banyak aset yang dimiliki oleh perusahaan. Faktor penentu keberhasilan bisnis dalam jangka panjang adalah produktivitas atau kinerja manusia di dalam perusahaan. Apapun yang hendak Anda tingkatkan di dalam perusahaan membutuhkan karyawan untuk melakukannya. Meningkatkan kualitas jasa dan produk, meningkatkan pelayanan, meningkatkan dan memacu penjualan, menghemat biaya-biaya, atau meningkatkan kecepatan dalam proses bisnis, semua itu membutuhkan perubahan dalam perilaku atau kinerja karyawan dalam perusahaan. Sebagian besar sistem manajemen kinerja yang mengabaikan aspek motivasi dan kinerja karyawan lebih sering gagal menjadi daya ungkit bagi kinerja perusahaan.

Dengan pengalaman selama 10 tahun dalam berbagai proyek konsultasi manajemen di berbagai perusahaan dengan latar belakang bisnis yang beragam, kami menyediakan bagi Anda solusi manajemen kinerja yang sistemik dan integral. Solusi ini difokuskan untuk membangun motivasi kerja yang tinggi dari seluruh karyawan dan menciptakan atmosfir yang positif dalam perusahaan sehingga perusahaan dapat mengeluarkan yang terbaik dari potensi seluruh karyawan.

Tingkatkan produktivitas dan profitabilitas perusahaan Anda 10-500% mulai sekarang dengan menerapkan solusi manajemen kami di seluruh area bisnis perusahaan Anda. Kami siap membantu Anda membangun perusahaan yang sehat, sinergis, produktif, dan profitable. Terimakasih atas kepercayaan untuk menggunakan solusi-solusi kami di masa depan.

 

Salam Hangat,

Bambang Triyawan, Managing Director Invis Consulting

 

Artikel dan Berita

Employee Engagement

Employee engagement (keterlibatan karyawan)  menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Perusahaan yang memahami pentingnya employee engagement berusaha mencari beragam solusi alternatif untuk meningkatkannya. Saat engagement itu rendah, tentu akan sangat sangat mempengaruhi kinerja bisnis perusahaan baik di masa kini maupun di masa depan. Peningkatan kualitas produksi, kuantitas produksi, layanan pelanggan yang ...Baca Selengkapnya...

Menghadapi Sikap Senioritas Karyawan

Seorang karyawan yang masih sangat muda dipercaya untuk memimpin rekan-rekannya yang memiliki usia relatif lebih senior. Banyak kesulitan yang harus dihadapinya, antara lain kecemburuan dari rekan-rekannya, adanya tembok tebal dalam komunikasi karena perbedaan faktor usia, dan beberapa masalah lainnya. Memimpin para senior (dari sisi usia dan mungkin juga pengalaman) bukanlah ...Baca Selengkapnya...

Mempertahankan Talent melalui Leadership Development

Mempertahankan talent susah-susah gampang. Enam hal yang paling perlu diperhatikan untuk mempertahankan talent adalah job design, job resources, reputation, career, relation with manager, dan compensation. Dari sekian banyak faktor penting untuk meningkatkan retensi karyawan yang paling sulit adalah mengubah gaya kepemimpinan manager. Hampir sebagian besar mereka yang meninggalkan perusahaan lamanya mengeluhkan ...Baca Selengkapnya...

Bonus Tahunan dan Implikasinya terhadap Kinerja

Setiap tahun biasanya karyawan mengharapkan bonus tahunan yang mereka terima dapat meningkat. Meski harus menunggu satu tahun untuk menerimanya, bonus tahunan memiliki dampak yang cukup besar dalam me-retain karyawan. Dengan adanya bonus tahunan itu karyawan memiliki harapan untuk mendapatkan bagian tertentu dari profit perusahaan. Setiap perusahaan memiliki pola yang berbeda-beda dalam ...Baca Selengkapnya...

Facebook, Salah Satu Perusahaan Favorit

Glassdoor, perusahaan konsultan, baru saja merilis temuan survei tahunan untuk dua kategori, best place to work dan work life balance. Seperti dikemukakan Robert Hohman, CEO Glassdoor, survei tahunan yang sudah berlangsung keempat kalinya ini, melibatkan sebanyak 250.000 karyawan di 65 ribu perusahaan di Amerika Serikat (AS). Para responden diajukan 20 ...Baca Selengkapnya...

Pemimpin adalah Motivator

Dalam survei yang dilakukan oleh USA Today tahun 1993, 91 persen CEO yang ditanya tentang penerapan TQM sepakat bahwa yang terpenting dalam mencapai kualitas bukanlah aspek manajemen atau teknis, namun bagaimana melakukan dorongan untuk meningkatkan perilaku yang menghasilkan kualitas. Siapa yang bertanggung jawab untuk merubah, meningkatkan atau memodifikasi perilaku agar ...Baca Selengkapnya...